Kisah Inspiratif
Terjalnya Jalan Menggapai Mimpi Oleh: Kang Rudi Setiap pagi kulalui jalan setapak naik turun menuju tempat kerja yang diimpikan, aku memang hanya lulusan D3 Akuntansi Perpajakan, tapi tekadku untuk menjadi guru begitu besar, hingga ku harus mengorbankan masa muda yang kata orang masa yang takkan terganti. Selepas subuh dan sarapan pagi aku sudah siap menempuh perjalanan kurang lebih satu jam setengah. “Gak cape tiap hari pulang pergi?” tanya ibu. “Gak bu, demi cita-cita.” Jawabku “Ibu dan bapak gak bisa beliin kamu motor.” “Gak usah beli motor, nanti aku jadi manja. Tampak ibu begitu sedih, ia sempat menetesan air mata. Aku juga sedih kalau meratapi nasibku tentu aku sangat sedih, hidup dengan segala kesederhanaan, ketidakmampuan dan kekurangan. Tapi dibalik semua itu aku jadi semangat untuk mengubah nasib, menjadi lebih baik. “Mau sampe kapan jadi guru honorer?” Tanya Ua Ijah “Gak tau Ua.” Jawabku “Gak usah terlalu berharap cepet diangkat” “Iya Ua.” “Kita...